• 7 Penyebab Anak SD Malas Belajar – Kesulitan Belajar Anak – Prestasi Anak Menurun

    Anak SD Malas Belajar: Prestasi Menurun, Ini Alasannya

    7 Penyebab Anak SD Malas Belajar dilihat dari faktor internal dan eksternal lingkungan anak yang bikin orangtua menjadi cemas serta mengakibatkan rendahnya semangat belajar anak diikuti dengan penurunan prestasi di sekolah.

    Faktor Penyebab Anak SD Malas Belajar

    Semangat belajar anak sering menjadi fokus utama perhatian orangtua dalam melihat perkembangan anak mereka. Semangat belajar anak tidak selalu bagus, kadang naik kadang turun. Mood mereka pun gampang berubah terutama saat disuruh mengerjakan PR. Mereka akan beralasan “ nanti ma, aku masih main games nih“, “nanti ah, gampang“, “ma, ngantuk, ngerjainnya besok aja ya“,  dan beribu alasan lain yang tentu bikin si ibu gemes pada kenakalan sang buah hati.

    Biar bikin anak tetap semangat belajar, para ibu juga perlu tahu nih, penyebab anak-anak malas belajar. Berikut ini 7 Penyebab Anak SD malas belajar:

    Kurangnya Kemampuan Dasar (Intelegensi)

    Kemampuan intelegensi setiap anak itu berbeda-beda antara satu anak dengan yang lain. Faktor tersebut ikut mempengaruhi kemauan anak untuk belajar. Ada anak yang dengan  cepat mengerti materi yang diajarkan guru di sekolah, tetapi anak lain bisa jadi butuh membaca berkali-kali baru bisa paham materinya. Oleh karena itu, orangtua sebaiknya juga tidak langsung menghakimi anaknya dengan kata ‘bodoh’ karena bagaimanapun sekali lagi, setiap anak memiliki keunikan dan kelebihan yang tidak kurang dari anak yang lain.

    Status Ekonomi Keluarga

    Seorang anak usia dini tidak sepantasnya memikirkan keadaan masalah ekonomi keluarganya. Akan tetapi, tidak semua anak beruntung lahir dari keluarga kaya dengan segala kebutuhannya yang tercukupi. Sebagian dari mereka berasal dari keluarga yang tingkat ekonominya rendah. Keadaan sering memaksa mereka untuk ikut andil dalam membantu keuangan keluarganya. Akibatnya, waktu mereka habis di luar rumah dengan membantu bekerja di sawah, berkeliling menjual makanan, tisu, dan pekerjaan lain yang tidak semestinya mereka lakukan. Imbas lainnya adalah anak menjadi malas belajar karena merasa capek.

    Kurangnya Perhatian Orangtua

    Seorang anak yang masih dalam tahap pertumbuhan membutuhkan kepedulian orang tua. Mereka berada pada masa ingin diperhatikan dan dimanjakan oleh orang di sekelilingnya, terutama orangtua. Orangtua yang terlalu sibuk dengan pekerjaannya dan lalai menjaga sang buah hati akan membuat anak tertantang untuk berbuat kenakalan demi mendapat perhatian. Salah satu bentuk kenakalan adalah tidak mengerjakan PR.

    Harapan Orangtua kepada Sang Anak

    Orangtua seringkali memberikan harapan atau ekspektasi yang terlalu tinggi kepada anaknya. Misalnya, mereka akan mengatakan kepada si anak “Kamu harus jadi anak yang pintar, juara satu dan bla bla bla”. Tuntutan orangtua yang ingin anaknya menjadi pintar dan juara satu di kelas justru akan membebani anak. Orangtua perlu mengerti bahwa tujuan anak bersekolah tidak hanya untuk menjadi pintar, tetapi agar mereka bisa menyesuaikan diri dengan lingkungan masyarakat sekitar.

    Hubungan Orangtua yang Tidak Harmonis

    Kerukunan dalam keluarga sangat mempengaruhi sisi psikologis anak. Anak yang tumbuh dalam keluarga broken home (keluarga tidak utuh karena perceraian orangtuanya)  akan memiliki masalah kepribadian daripada anak yang mendapat kasih sayang melimpah dari orangtuanya sejak kecil. Oleh karena itu, penting bagi guru untuk tidak langsung menyalahkan anak yang kelihatan malas belajar.

    Kurikulum Sekolah Berubah

    Permasalahan belajar anak juga dipengaruhi oleh perubahan kurikulum di sekolah. Perubahan kurikulum selayaknya memperhatikan kesiapan siswa sebagai subjek belajar. Apabila kurikulum yang baru sulit dipahami siswa maka yang terjadi adalah siswa malas belajar

    Guru yang Terlalu Disiplin

    Guru yang baik tidak akan menghukum muridnya hanya karena tidak mengerjakan PR melainkan memberi teguran kepada anak yang bersangkutan. Guru harus mampu memberi nasihat yang baik kepada anak agar mau belajar dengan giat. Guru yang terlalu disiplin hanya akan ditakuti oleh siswanya dan cenderung diabaikan.

    Untuk mengatasi permasalahan belajar anak, Les Privat matrix Tutoring menyediakan solusi bagi Anda. Klik link berikut ini untuk mengetahui lebih lanjut mengenai lembaga privat kami.

     

     

     

 
Call Now Button